Oleh: Tati Susilawati
Semilir angin keraguan berhembus menyelinap celah jendela
Mengetuk pintu penantian membuka jalan harapan
Menanggalkan keyakinan akan sebuah jawaban
Dari para pemberi harapan palsu
Seperti menunggu angin lalu
Dengan kabar semu yang tak berujung dan buntu
Seperti pungguk merindukan sang bulan
Ketidakpastian yang tak tergantikan
Bagaimana menurutmu?
Jikalau ada tamu suguhkan kopimu bukan hatimu
Karena yang singgah belum tentu sungguh
Dan yang menatap belum tentu menetap
Mundur atau tersungkur? Maju atau teradu?
Melangkah namun tanpa arah, diam namun terpikam
Semua mengenai teka teki alur perasaan
Yang hanya akan menyisakan serpihan kenangan
0 Komentar